27 Januari, 2021

 Halo! Selamat malam dan selamat tanggal 27. 

sekira pukul delapan tadi saya menemukan tulisan hai rembulan di Tumblr soal istirahatnya dari media sosial yang beberapa waktu belakangan ini ingin saya rasakan juga walau beresiko telat membaca balasan whatsapp dari dosen pembimbing pertama yang, entah kenapa, sejak pekan lalu tidak kunjung membalasnya. Tapi, karena ragu bahwa pesan saya akan segera dibalas dan seminar proposal mungkin baru akan terlaksana bulan depan di tengah segala kemusykilan pandemi ini, saya akhirnya memilih untuk pamit sejenak bersamaan dengan pengesahan perjanjian traktiran kebab dari kak Dillah yang baik dan murah hati kepada seluruh alam. 

Saya sendiri ragu bisa melakukannya paling lama sepekan sebab ada begitu banyak pelarian-pelarian yang hanya bisa dilakukan dengan terhubung dengan orang lain. Sepanjang 2020 hingga awal tahun saya telah merasa terdiskoneksi dengan banyak orang. Kalau pun kami jadi bertemu dan mengobrol barang sebentar, rasanya tidaklah cukup sebab rasa takut dan was-was selalu ada. Bagaimana kalau droplets ini jatuh ke sini? Bagaimana kalau ada yang melekat di tangan? Bagaimana kalau dalam perjalanan ke mari saya atau teman saya membawa virus tak kasat mata mikro yang telah melumpuhkan hampir seluruh dari populasi manusia di muka bumi? 

Maka saya yang sebelumnya mudah lelah dengan hubungan dan pembicaraan dengan orang lain, kali ini rasanya perlu waktu panjang yang bermakna lagi. Hubungan-hubungan virtual yang terkurung di dalam layar perak sekian-sekian inci membuat mata mudah perih dan teramat membosankan. Saya lelah dan butuh istirah dari segala bentuk drama politik, tokoh A yang membuat marah, tokoh B yang jadi pengkhianat, tokoh C yang berkongkalikong dengan tokoh B untuk membuat kekacauan, dana 1 yang dikorupsi, dana 2 yang digelapkan, dan berbagai persoalan lainnya yang hanya membuat kita marah dan kecewa. 

Pfft. Saya bingung sebenarnya mau membahas soal apa sebab buku anne of the green gables yang dipinjam dari kak ekha baru tiba di bab kedua dan... mungkin itu bisa jadi alasan buat menepi dari ingar-bingar dunia kemayaan untuk sementara. Oh dan, saya berutang membaca things fall apart-nya achebe tentu saja! Oh dan, proyek merajut yang tak kunjung rampung. Oh, dan! Kalau nasib baik ada, me-review bacaan kali ini dengan hati yang tulus. 


Ps. Kemarin saya menamatkan drama Nur 2 yang hmm endingnya lumayan datar dan diburu-buru. Sama seperti yang pertama. Meski demikian ada banyak pelajaran hidup dan bagian-bagian mengharukan di sana. 


Daag! 

:)

Komentar